Seminar September Ceria 2011

Minggu kemarin, ada dua kegiatan seminar yang saya ikuti. Seminar pertama diadakan pada hari sabtu, 24 September 2011 bertempat di Rumah Mimpi Komplek Taman Gitananda dan seminar yang kedua diadakan satu hari setelahnya bertempat di Hotel Mercure Pontianak.

Dua kali berturut-turut mengikuti seminar, hhmmmm…. benar-benar weekend yang “sesuatu banget”… hehe

Kalau ngomongin masalah seminar, mengkikuti seminar memang sudah menjadi hobiku sejak dulu, tepatnya pada saat saya bergabung dengan sebuah komunitas bisnis jaringan. Sebuah komunitas yang merubah cara pandang saya tentang kehidupan (eh…. beneran.. sumpah).  Sebuah pandangan yang menegaskan bahwa Allah itu memang benar-benar akan merubah keadaan seorang, apabila orang itu memang mau untuk merubahnya. » Baca Selanjutnya…

Gugup itu Wajar Kok !

Setiap malam jum’at, saya ada jadwal pengajian. Jadwal pengajian biasanya diisi dengan tilawah al-qur’an secara bergantian dan ceramah dari pak Ustadz. Tapi, dimulai malam jum’at kemarin, jadwalnya ditambah dengan kuliah tujuah menit (kultum) dari peserta secara bergantian dan hafalan al-qur’an.

Kebetulan malam jum’at kemarin, saya mendapat giliran pertama untuk mengisi kultum. Apakah ini bermasalah untuk saya ? Ya,hal seperti ini memang selalu jadi masalah buat saya. Berhubung terakhir kali kultum itu pada saat saya kelas 5 SD. Dan memang saya tidak terbiasa untuk berbicara tentang agama di depan umum. Berbicara di depan beberapa orang saja selalu membuat saya gugup, apalagi ini. Sudah harus berbicara di depan umum, eh… materinya pun harus membicarakan tentang agama. Dobel gugup deh jadinya :)

Jadi, sebelum hari H, saya sibuk mencari referensi tentang kultum, bagaimana cara membuka kultum, doa apa yang harus dibaca, sampai mencari referensi untuk bahan yang akan disajikan. Jadi ada sekitar 1 minggu untuk mempersiapkannya. Beberapa kali saya berlatih kultum dikamar kosan. » Baca Selanjutnya…

Gaya Hidup Aktif itu Menyenangkan

Gaya Hidup Aktif – Sejak beberapa bulan yang lalu, sejak saya mengikuti program diet, alhamdulillah gaya hidup saya banyak berubah. Karena memang bukan hanya pola makannya yang berubah, tapi pola pikir saya tentang bagaimana menjalankan hidup sehat juga berubah.

Dari mulai menghilangkan kebiasan ngemil gorengan sampai dengan kebiasan gaya hidup aktif. Gaya hidup aktif yang saya maksud disini bukan berarti hidup yang penuh kegiatan diluar rumah, tapi gaya hidup aktif yang sebenarnya merupakan hal-hal kecil yang bisa kita ciptakan ketika berada di rumah, di luar rumah atau di kantor.

Kalau ingat kebiasaan saya dulu, kok rasanya nyesel banget, rasanya kok hidup begitu banget. Kalau dipikir-pikir ada sesuatu yang hilang, banyak hal-hal kecil yang sebenarnya bisa saya lakukan. Jauh banget deh dari gaya hidup aktif. Seandainya sudah membiasakan gaya hidup aktif sejak dulu, mungkin sudah sejak dulu saya bisa menikmati hidup sehat. » Baca Selanjutnya…

Hidup Bahagia Dalam Segala Kondisi

Ini sudah malam ke-empat, “terpaksa” saya harus tidur sendiri disebuah kamar dengan ukuran 3 kali 3 meter. Hanya ditemani 1 buah kasur spring bed, 1 buah lemari pakaian setinggi 1,5 meter dan beberapa perabotan lainnya yang masih terlihat berantakan terpajang diatas lemari dan dibawah lantai. Maklum anak kost baru :)

Ya, dimulai sejak berakhirnya libur Idul Fitri 1432 H, saya terpaksa harus balik ke pontianak sendiri, meninggalkan istri dan 2 anak saya dibekasi.

Pertimbangan saya waktu itu untuk tidak membawa keluarga saya kembali ke Pontianak karena kebetulan masa kontrak rumah di Pontianak habis pada tanggal 30 Agustus 2011 yang lalu dan kebetulan juga saya sudah bekerja diPontianak lebih dari 4 tahun, dan kabarnya setelah lebaran ini akan ada “pergerakan”, harapannya saya termasuk kedalam jajaran orang-orang yang ikut “pergerakan”. Karena itulah saya berani berspekulasi untuk tidak membawa keluarga saya balik ke Pontianak. » Baca Selanjutnya…

Seberapa Besar Pengorbananmu

Senin, 29 Agustus 2011. Puasa tinggal 1 hari lagi, artinya 1 hari lagi menuju hari kemenangan, insya Allah.

Seperti biasa, seperti tahun-tahun yang telah lalu, setiap akan meninggalkan bulan Ramadhan, selalu saja ada rasa penyesalan. Bodohnya diriku, ini selalu saja terjadi dari tahun ke tahun. Selalu saja merasa ibadah yang dilakukan tidak maksimal. Dari mulai tarawihnya, tilawahnya, ibadah sunnahnya, sedekahnya dan masih banyak yang lainnya.

Apakah memang ini sudah menjadi ta’biat setiap manusia ? Ataukah memang diriku saja yang selalu menyesal ketika Ramadhan akan berakhir, apakah memang ini sudah menjadi tabiat ku yang selalu saja tidak bisa memanfaatkan bulan yang penuh berkah ini dengan maksimal ? » Baca Selanjutnya…

Page 3 of 1412345...10...Last »

Ingin Punya Blog Seperti Ini ? Dapatkan Panduannya, GRATIS !

Klik Disini

Switch to our mobile site